Pemerintah Iran Rilis Rekaman Terbaru Mojtaba Khamenei, Redam Spekulasi Kesehatan
Kantor berita pemerintah Iran, Mizan, mengumumkan rencana perilisan foto dan rekaman video terbaru Mojtaba Khamenei di tengah masyarakat serta saat pertemuan militer, Senin (11/8). Langkah ini diambil untuk menjawab minimnya kemunculan publik sejak ia resmi menduduki kursi Pemimpin Tertinggi pada Maret 2026.
Sebelumnya, media semi-resmi Mehr News Agency telah menayangkan cuplikan video berdurasi 12 detik yang menampilkan Mojtaba sedang berdiskusi dengan para penasihat. Kendati demikian, pihak media tidak menyertakan keterangan tanggal maupun lokasi pengambilan gambar tersebut secara transparan.
"Gambar-gambar dan rekaman aktivitas beliau di jalanan serta bersama para komandan akan segera dipublikasikan kepada masyarakat," ujar Wakil Organisasi Basij, Qasem Qoraishi, sebagaimana dikutip dari kantor berita Mizan.
Pengamat menilai kerahasiaan waktu perekaman video tersebut memicu beragam spekulasi liar di tengah publik internasional mengenai kondisi fisik Mojtaba pasca-serangan militer yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Terlebih, Presiden Masoud Pezeshkian sempat mengakui bahwa komunikasi langsung dengan sang pemimpin tergolong sangat sulit.
Hingga kini, otoritas pemerintah terus berupaya menunjukkan keterlibatan aktif Mojtaba dalam mengelola negara melalui serangkaian pertemuan resmi kenegaraan yang dilaporkan secara berkala oleh media lokal.
Artikel Lainnya
Kuba adalah negara pulau terbesar di kawasan Karibia yang memiliki sejarah panjang penuh gejolak, mulai dari masa penjaj...
Myanmar merupakan negara terbesar di daratan Asia Tenggara yang memiliki sejarah panjang penuh dinamika, mulai dari era ...
London telah berkembang selama hampir dua milenium dari sebuah permukiman Romawi kuno menjadi salah satu kota terbesar d...
Amerika Utara merupakan salah satu benua terbesar di bumi yang memiliki sejarah panjang peradaban kuno serta dinamika pe...
Biro politik Houthi di Yaman menuding Israel terus melakukan pembunuhan di Gaza serta melanggar gencatan senjata. Tindak...