Mengenal Raja Belanda Willem III Saat Letusan Krakatau 1883, Monumennya Masih Berdiri Kokoh
Tragedi meletusnya Gunung Krakatau pada tanggal 26 hingga 27 Agustus 1883 tercatat sebagai salah satu bencana vulkanik paling mematikan di muka bumi. Peristiwa katastrofik tersebut tidak hanya menelan puluhan ribu jiwa korban tewas akibat tsunami, tetapi juga mengguncang tatanan wilayah nusantara yang kala itu berada dalam cengkeraman kolonialisme.
Berdasarkan catatan sejarah dunia, tampuk kekuasaan Kerajaan Belanda pada masa musibah tersebut dipegang oleh Raja Willem III. Penguasa monarki yang dikenal memiliki haluan konservatif ini memimpin negeri kincir angin sejak pertengahan abad ke-19 hingga akhir hayatnya menjelang penghujung abad yang sama.
"Willem III memimpin dari tahun 1849 hingga kematiannya pada tahun 1890, yang mencakup masa bencana letusan dahsyat Krakatau pada Agustus 1883," tulis ensiklopedia Britannica mengenai masa kepemimpinan sang raja.
Pengamat sejarah mencatat bahwa pengaruh politik Willem III di dalam parlemen sempat mengalami penurunan drastis akibat sejumlah kebijakan luar negerinya yang kontroversial. Kendati demikian, berita mengenai kehancuran infrastruktur nusantara akibat amukan Krakatau tetap sampai ke istana dan direspons melalui pembangunan fisik.
Sebagai bentuk pemulihan pascabencana pada tahun 1885, Raja Willem III memerintahkan pendirian ulang sebuah menara suar di kawasan Anyer. Bangunan setinggi 75,5 meter yang kini dikenal sebagai Mercusuar Cikoneng tersebut masih mencantumkan nama sang penguasa pada bagian pintu masuknya.
Artikel Lainnya
Kuba adalah negara pulau terbesar di kawasan Karibia yang memiliki sejarah panjang penuh gejolak, mulai dari masa penjaj...
Myanmar merupakan negara terbesar di daratan Asia Tenggara yang memiliki sejarah panjang penuh dinamika, mulai dari era ...
London telah berkembang selama hampir dua milenium dari sebuah permukiman Romawi kuno menjadi salah satu kota terbesar d...
Amerika Utara merupakan salah satu benua terbesar di bumi yang memiliki sejarah panjang peradaban kuno serta dinamika pe...
Biro politik Houthi di Yaman menuding Israel terus melakukan pembunuhan di Gaza serta melanggar gencatan senjata. Tindak...