Kamis, 23 Juli 2026

Tren Kamera Digital Jadul Kembali Melilit Gen Z, Tinggalkan HP Demi Nostalgia

Fenomena kamera digital saku atau digicam era 2000-an kini melanda kalangan Gen Z dan milenial di berbagai belahan dunia. Tren ini didorong oleh kerinduan akan hasil foto yang terkesan otentik sekaligus menjadi bentuk detoksifikasi digital dari ketergantungan smartphone.

Fenomena penggunaan kamera digital saku era 2000-an alias digicam kini marak menghiasi berbagai acara anak muda, mulai dari pesta malam, festival musik, hingga kumpul keluarga. Tren nostalgia ini meledak di kalangan Gen Z dan milenial yang mencari alternatif dari hasil jepretan smartphone yang dinilai terlalu tajam.

Lonjakan permintaan ini dirasakan langsung oleh para produsen kamera. Canon mencatat penjualan seri PowerShot melonjak hampir tujuh kali lipat dari tahun 2022 hingga 2025, sementara produsen kamera retro Camp Snap mengalami peningkatan penjualan lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir.

"Semua terjadi begitu saja dari mana-mana, sebagian besar pembeli kami datang dari demografi Gen Z dan milenial," ujar Trevor George, Presiden Camp Snap.

Bagi sebagian generasi muda, karakteristik foto digicam yang sedikit buram, memiliki *grain*, serta pencahayaan *flash* yang mencolok justru memberikan kesan foto yang hangat dan jujur. Hasil foto ala era millenium tersebut dianggap memberikan nuansa nostalgia yang tidak bisa ditiru oleh pemrosesan buatan kamera ponsel modern.

Selain alasan estetika visual, maraknya penggunaan kamera saku ini juga dipicu oleh gerakan untuk mengurangi interaksi dengan layar ponsel. Dengan mengandalkan kamera fisik, pengguna dapat mengabadikan momen berharga tanpa terdistraksi oleh notifikasi media sosial atau pesan masuk.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.