Tren Kamera Digital Jadul Kembali Melilit Gen Z, Tinggalkan HP Demi Nostalgia
Fenomena penggunaan kamera digital saku era 2000-an alias digicam kini marak menghiasi berbagai acara anak muda, mulai dari pesta malam, festival musik, hingga kumpul keluarga. Tren nostalgia ini meledak di kalangan Gen Z dan milenial yang mencari alternatif dari hasil jepretan smartphone yang dinilai terlalu tajam.
Lonjakan permintaan ini dirasakan langsung oleh para produsen kamera. Canon mencatat penjualan seri PowerShot melonjak hampir tujuh kali lipat dari tahun 2022 hingga 2025, sementara produsen kamera retro Camp Snap mengalami peningkatan penjualan lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir.
"Semua terjadi begitu saja dari mana-mana, sebagian besar pembeli kami datang dari demografi Gen Z dan milenial," ujar Trevor George, Presiden Camp Snap.
Bagi sebagian generasi muda, karakteristik foto digicam yang sedikit buram, memiliki *grain*, serta pencahayaan *flash* yang mencolok justru memberikan kesan foto yang hangat dan jujur. Hasil foto ala era millenium tersebut dianggap memberikan nuansa nostalgia yang tidak bisa ditiru oleh pemrosesan buatan kamera ponsel modern.
Selain alasan estetika visual, maraknya penggunaan kamera saku ini juga dipicu oleh gerakan untuk mengurangi interaksi dengan layar ponsel. Dengan mengandalkan kamera fisik, pengguna dapat mengabadikan momen berharga tanpa terdistraksi oleh notifikasi media sosial atau pesan masuk.
Artikel Lainnya
Samsung resmi meluncurkan lini smartphone lipat terbarunya, yakni Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, dan Galaxy Z F...
Bocoran spesifikasi Google Pixel Watch 5 baru saja muncul di Google Play Console dengan kode nama 'godric'. Jam tangan p...
Hakim Federal California menerbitkan perintah penahanan sementara terhadap proses merger raksasa media Paramount Skydanc...
Samsung resmi merilis Galaxy Z Fold8 dalam gelaran Galaxy Unpacked dengan membawa bentuk dan rasio layar baru yang menye...
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis hasil Survei Penetrasi Internet Indonesia 2026 dengan tin...