Kamis, 23 Juli 2026

FIFA Usut Spanduk Malvinas Timnas Argentina, Lionel Scaloni Buka Suara

FIFA resmi membuka penyelidikan terhadap aksi pembalasan politik sejumlah pemain timnas Argentina yang membentangkan spanduk klaim Kepulauan Malvinas usai laga kontra Inggris di Piala Dunia. Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengaku belum menerima pemberitahuan resmi dari FIFA terkait potensi sanksi tersebut.

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi membuka penyelidikan disiplin terhadap tim nasional Argentina usai aksi kontroversial pembentangan spanduk politis. Sejumlah pemain Argentina membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" setelah mengalahkan Inggris di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta.

Aksi tersebut memicu amarah publik Inggris dan Kepulauan Falkland mengingat sejarah konflik bersenjata kedua negara pada 1982. FIFA menegaskan bahwa Komite Disiplin sedang mengevaluasi laporan pertandingan untuk menentukan sanksi resmi terkait pelanggaran independensi politik dalam olahraga.

Pelatih Argentina Lionel Scaloni akhirnya buka suara terkait insiden dan ancaman sanksi tersebut. "Saya tidak tahu. Saya tidak mengetahui apa pun dan belum ada yang memberi tahu kami," ujar Scaloni seperti dikutip dari Diario AS.

Pemerintah Inggris turut melayangkan kecaman keras terhadap aksi provokatif para pemain La Albiceleste tersebut. "Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kami," tegas pernyataan resmi Pemerintah Inggris.

Beberapa penggawa Argentina yang terlibat dalam aksi pembentangan spanduk tersebut merupakan bintang yang merumput di Liga Inggris, seperti Lisandro Martinez dan Cristian Romero. FIFA kini berpeluang menjatuhkan sanksi jika terbukti ada pelanggaran aturan pencampuran politik dan olahraga.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.