Pertemuan Presiden dan Kepala Daerah, Momentum Bongkar Akar Korupsi
Maraknya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah memicu desakan agar pemerintah tidak hanya mengandalkan pembinaan seremonial. Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan para kepala daerah dalam waktu dekat dinilai harus menjadi titik balik untuk mengupas tuntas akar permasalahan korupsi di tingkat daerah.
Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN Djohermansyah Djohan menyatakan bahwa forum tersebut wajib dikemas dalam bentuk dialog dua arah. Pola komunikasi satu pihak terbukti kurang efektif karena tidak menyentuh langsung hambatan riil yang dialami oleh para kepala daerah di lapangan.
"Presiden perlu membuka ruang dialog dua arah agar kepala daerah menyampaikan langsung akar persoalan yang mereka hadapi," ujar Djohermansyah, Selasa (4/8).
Menurut analisis pakar, tingginya biaya politik dalam kontestasi pemilihan kepala daerah menjadi pemicu utama sebagian pejabat terjerat kasus hukum demi mengembalikan modal. Selain itu, keterbatasan fiskal daerah serta fungsi pengawasan inspektorat yang belum independen turut memperparah celah penyimpangan anggaran.
Data KPK menunjukkan penegakan hukum melalui hukuman badan masih perlu dioptimalkan dengan penerapan sanksi pemiskinan aset bagi pelaku korupsi guna menciptakan efek jera maksimal.
Artikel Lainnya
Pemerintah Kabupaten Klungkung mempercepat strategi pengentasan kemiskinan melalui kunjungan kerja ke Kementerian Sosial...
PT TransJakarta melakukan penyesuaian rute untuk koridor 1 Blok M-Kota dan 51ST Shuttle HBKB Ancol pada Minggu pagi akib...
Partai Indonesia Terang resmi memulai langkah awal memanaskan mesin politik guna menghadapi kontestasi Pemilu 2029 menda...
Aktor senior Dude Harlino hadir bersama istrinya, Alyssa Soebandono, di Pengadilan Negeri Depok untuk memberikan kesaksi...
Sekolah semi militer SMA Pradita Dirgantara membuka penerimaan murid baru untuk tahun akademik 2027/2028 mulai 5 Septemb...