Karhutla Terus Berulang, Target FOLU Net Sink 2030 Terancam Gagal
Target sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya sebagai penyerap karbon bersih pada tahun 2030 menghadapi ujian berat di tengah maraknya bencana kebakaran. Pemantauan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia mencatat sebanyak 1.882 titik panas tersebar di ekosistem gambut wilayah Kalimantan dan Sumatra.
Juru Kampanye Hutan WALHI, Umi Ma'rufah, menyatakan bahwa kemunculan ribuan titik panas di area perkebunan sawit mencerminkan kegagalan tata kelola serta pengawasan perizinan. Kondisi ini membuat kawasan yang seharusnya berfungsi menyimpan karbon justru berbalik menjadi sumber emisi gas rumah kaca.
"Analisis ini menunjukkan peristiwa karhutla merupakan konsekuensi dari kegagalan tata kelola perizinan, karena penerbitan izin di atas ekosistem gambut, pengawasan yang buruk, hingga kegagalan penegakan hukum," ujar Umi dalam keterangannya.
Kepala Departemen Komunikasi Strategis WALHI, Dana Prima Tarigan, menambahkan bahwa maraknya titik panas di area Hak Guna Usaha memperlihatkan abainya negara dalam melindungi ruang hidup rakyat. Pihaknya mendesak Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pertanian untuk segera mengaudit korporasi nakal serta mencabut izin yang melanggar aturan.
Berdasarkan data pemantauan nasional, ribuan titik panas di Pulau Kalimantan dan Sumatra sepanjang periode pengamatan telah memicu lonjakan Indeks Standar Pencemaran Udara yang membahayakan kesehatan masyarakat luas.
Artikel Lainnya
Pemerintah Kabupaten Klungkung mempercepat strategi pengentasan kemiskinan melalui kunjungan kerja ke Kementerian Sosial...
PT TransJakarta melakukan penyesuaian rute untuk koridor 1 Blok M-Kota dan 51ST Shuttle HBKB Ancol pada Minggu pagi akib...
Partai Indonesia Terang resmi memulai langkah awal memanaskan mesin politik guna menghadapi kontestasi Pemilu 2029 menda...
Aktor senior Dude Harlino hadir bersama istrinya, Alyssa Soebandono, di Pengadilan Negeri Depok untuk memberikan kesaksi...
Sekolah semi militer SMA Pradita Dirgantara membuka penerimaan murid baru untuk tahun akademik 2027/2028 mulai 5 Septemb...