Bedah Buku Kutukan Alam, Saut Situmorang Bongkar Sisi Gelap Pemberantasan Korupsi
Mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang hadir menguliti berbagai persoalan pelik dalam dunia pemberantasan rasuah di tanah air. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam acara bedah buku bertajuk Kutukan Alam di gedung Majalah TEMPO, Palmerah, Jakarta Selatan.
Buku terbitan Kompas Gramedia hasil susunan Koalisi Masyarakat Anti Korupsi atau Kosmak itu dinilai memuat banyak paradoks hukum yang relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Saut menyebut substansi karya tersebut dapat dianalogikan ke dalam berbagai istilah kontradiktif.
"Bisa diubah menjadi Memberantas Kejahatan Sambil Jadi Penjahat. Atau Menegakkan Hukum Sembari Melanggar Hukum," ujar Saut Situmorang di hadapan para peserta diskusi.
Acara bedah buku tersebut dipandu oleh Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso yang bertindak sebagai moderator. Dalam sesi diskusi, Sugeng sempat menyinggung rekam jejak Saut sebagai salah satu figur pimpinan lembaga antirasuah sebelum era perubahan regulasi.
Sugeng Teguh Santoso juga memanfaatkan momentum tersebut untuk membeberkan sejumlah temuan serta laporan terkait dugaan penyelewengan aset bernilai triliunan rupiah. Kasus pengusutan aset tersebut kini tengah berada dalam sorotan publik dan perlindungan ketat aparat.
Artikel Lainnya
Pemerintah Kabupaten Klungkung mempercepat strategi pengentasan kemiskinan melalui kunjungan kerja ke Kementerian Sosial...
PT TransJakarta melakukan penyesuaian rute untuk koridor 1 Blok M-Kota dan 51ST Shuttle HBKB Ancol pada Minggu pagi akib...
Partai Indonesia Terang resmi memulai langkah awal memanaskan mesin politik guna menghadapi kontestasi Pemilu 2029 menda...
Aktor senior Dude Harlino hadir bersama istrinya, Alyssa Soebandono, di Pengadilan Negeri Depok untuk memberikan kesaksi...
Sekolah semi militer SMA Pradita Dirgantara membuka penerimaan murid baru untuk tahun akademik 2027/2028 mulai 5 Septemb...