Duo Prancis Watchdog Terpikat Penonton Indonesia, Sebut Musik Bahasa Emosi
Kehadiran duo musisi asal Prancis, Watchdog, di Indonesia menyisakan kesan mendalam bagi perjalanan karier mereka. Tampil memukau di hadapan penonton lokal, mereka mengaku sangat terpesona dengan sambutan hangat dan energi positif yang diberikan publik Indonesia.
Tampil dalam rangkaian acara Road to The Papandayan Jazz Festival di Kota Bandung pada Sabtu malam, duo yang digawangi Anne Quillier dan Pierre Horckmans ini membawa warna musik eksperimental yang segar tanpa terikat oleh sekat genre formal.
"Kami tidak suka mengotak-ngotakkan musik. Bagi kami, musik adalah bahasa emosional," ujar Pierre Horckmans saat ditemui langsung di area The Papandayan Hotel sebelum naik ke atas panggung.
Perpaduan latar belakang seni yang berbeda menjadi motor penggerak kreativitas mereka. Pierre tumbuh dengan dasar musik klasik serta sentuhan rock dan elektronik, sementara Anne menempuh jalur pendidikan konservatori setelah memulai kariernya secara otodidak.
Aksi panggung mereka yang dinamis didukung oleh ikatan profesional yang telah terjalin selama lebih dari 15 tahun, membuat keduanya mampu saling memahami arah improvisasi tanpa memerlukan komunikasi verbal yang panjang di atas panggung.
Artikel Lainnya
Connolly Leather merupakan perusahaan penyamakan kulit asal Inggris yang berdiri sejak 1878 dan menjadi langganan merek ...
Chennai yang sebelumnya dikenal dengan nama Madras merupakan ibu kota sekaligus kota terbesar di negara bagian Tamil Nad...
Strength training atau latihan beban merupakan jenis aktivitas fisik yang dirancang untuk meningkatkan kekuatan otot, ke...
Bahasa Yunani memegang rekam jejak historis terpanjang dalam rumpun bahasa Indo-Eropa dengan bukti tertulis mencapai leb...
Burberry merupakan rumah mode mewah asal Inggris yang didirikan pada tahun 1856 oleh Thomas Burberry di Basingstoke, Ham...