Kamis, 23 Juli 2026

Survei Gallup Ungkap 1 dari 4 Pekerja Bertahan di Pekerjaan Buruk demi Asuransi Kesehatan

Laporan terbaru West Health-Gallup Center menunjukkan lonjakan fenomena 'job lock', di mana hampir seperempat pekerja bertahan di pekerjaan yang tidak mereka sukai hanya demi menjaga jaminan asuransi kesehatan. Angka ini meningkat pesat dalam lima tahun terakhir seiring dengan tingginya kecemasan terhadap tingginya biaya kesehatan.

Hampir seperempat pekerja yang mendapatkan jaminan kesehatan dari tempat kerja terpaksa bertahan di pekerjaan yang tidak mereka sukai demi mempertahankan asuransi tersebut. Fenomena yang dikenal sebagai "job lock" ini melonjak drastis dalam lima tahun terakhir berdasarkan riset terbaru West Health-Gallup Center on Healthcare in America.

Kondisi ini terbukti jauh lebih berat bagi kelompok pekerja yang memiliki gangguan kesehatan. Laporan tersebut mencatat bahwa 41 persen pekerja dewasa yang mengidap tiga atau lebih penyakit kronis terpaksa bertahan di pekerjaan mereka semata-mata demi asuransi kesehatan.

"Siapa pun yang harus bertahan di suatu pekerjaan hanya untuk mempertahankan asuransi kesehatan, padahal mereka tahu ingin keluar, adalah hal yang gila," ujar Ellyn Maese, Direktur Riset West Health-Gallup Center. "Ini angka yang mengkhawatirkan, dan ketika kita melihatnya naik menjadi 1 dari 4 karyawan, itu sangat serius," lanjutnya.

Tingginya angka "job lock" ini sejalan dengan temuan lembaga riset kesehatan KFF yang menunjukkan hampir dua pertiga orang dewasa cemas terhadap keterjangkauan biaya berobat. Beban ekonomi akibat tingginya biaya kesehatan kini menjadi kekhawatiran utama masyarakat di samping biaya transportasi.

Pakar kebijakan kesehatan dari Cato Institute, Michael Cannon, menegaskan bahwa pembenahan sistem sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. "Semua orang mengakui bahwa job lock itu nyata," tegasnya sambil mendorong reformasi agar asuransi kesehatan melekat pada individu, bukan pada tempat kerja.

Berakhirnya subsidi bantuan fasilitas kesehatan masyarakat pada 2025 turut memperparah lonjakan biaya yang dialami pekerja kelas menengah. Tanpa adanya penyesuaian kebijakan atau reformasi pasar, para pekerja terancam terus terjebak dalam pekerjaan yang tidak mereka inginkan.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.