Prabowo Tekankan Kekuatan Kolektif di KTT BRICS, Dorong Reformasi Global
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya membangun ketahanan secara berjenjang guna menghadapi berbagai dinamika global. Hal tersebut diungkapkannya dalam pidato pada hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9).
Menurut Kepala Negara, kekuatan kolektif yang dimiliki oleh kelompok BRICS sangat besar karena menyatukan pasar raksasa serta produsen energi utama dunia. Potensi ini dinilai mampu memperkuat tata kelola global serta menjamin stabilitas ketahanan pangan dan energi.
"BRICS mewakili setengah umat manusia dan bagian besar perekonomian global, sehingga menciptakan kekuatan kolektif yang sangat masif," ujar Presiden Prabowo di hadapan para pemimpin dunia.
Selain aspek ekonomi, Indonesia turut mendesak adanya reformasi menyeluruh pada berbagai institusi multilateral seperti PBB dan WTO. Langkah ini dinilai mendesak agar kepentingan negara-negara berkembang terakomodasi secara lebih adil di tengah ketidakpastian rantai pasok global.
Rangkaian KTT BRICS 2026 di India dijadwalkan berlanjut dengan agenda pembahasan seputar inovasi, keberlanjutan, serta penguatan mekanisme keuangan internasional yang didampingi oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Artikel Lainnya
Gerakan protes global bernama Tesla Takedown muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap CEO Tesla, Elon Musk, menyusul ke...
Saputo Dairy UK, yang sebelumnya dikenal sebagai Dairy Crest Limited, merupakan salah satu perusahaan produk susu terkem...
Fiat Chrysler Automobiles (FCA) adalah perusahaan multinasional otomotif yang terbentuk dari penggabungan Fiat Group dan...
United States Postal Service (USPS) menghadapi berbagai tantangan finansial dan struktural dalam mengelola layanan pos f...
Mata uang rupiah ditutup melemah signifikan pada perdagangan akhir pekan lalu setelah terpengaruh lonjakan data Producer...