Prabowo Dorong Danantara dan RDIF Rusia, Gaspol Kerja Sama Proyek Strategis
Presiden Prabowo Subianto secara resmi mendorong Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Russian Direct Investment Fund (RDIF) untuk memperketat sinergi bilateral. Langkah ini ditujukan agar kerja sama ekonomi kedua negara tidak sekadar berhenti pada dokumen perjanjian di atas kertas saja.
Desakan tersebut diungkapkan oleh Kepala Negara ketika memberikan pidato pembukaan ajang Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di kota Vladivostok, Rusia, pada hari Kamis, 3 September 2026. Ia menekankan pentingnya keterlibatan lembaga pengelola dana kekayaan negara dalam membiayai proyek bersama.
"Biarlah dana kekayaan kedaulatan kita, Danantara dan RDIF, membiayai proyek-proyek strategis bersama. Mari kita pastikan setiap kesepakatan membuahkan hasil nyata bagi rakyat," ujar Prabowo dalam tayangan Breaking News.
Dalam pemaparannya, mantan Menteri Pertahanan tersebut juga menyoroti sejumlah agenda krusial mulai dari koridor transportasi, penerapan Free Trade Agreement, hingga sistem pembayaran lintas negara. Seluruh inisiatif itu dirancang untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara luas.
Hingga saat ini, delegasi kedua negara terus mematangkan teknis implementasi kesepakatan investasi tersebut di bawah pengawasan langsung kementerian teknis masing-masing.
Artikel Lainnya
Gerakan protes global bernama Tesla Takedown muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap CEO Tesla, Elon Musk, menyusul ke...
Saputo Dairy UK, yang sebelumnya dikenal sebagai Dairy Crest Limited, merupakan salah satu perusahaan produk susu terkem...
Fiat Chrysler Automobiles (FCA) adalah perusahaan multinasional otomotif yang terbentuk dari penggabungan Fiat Group dan...
United States Postal Service (USPS) menghadapi berbagai tantangan finansial dan struktural dalam mengelola layanan pos f...
Mata uang rupiah ditutup melemah signifikan pada perdagangan akhir pekan lalu setelah terpengaruh lonjakan data Producer...