Cerita Penjual Bendera Merah Putih di Karangasem, Omzet Masih Minim
Suasana menyambut hari kemerdekaan mulai terasa dengan maraknya pedagang bendera musiman di sejumlah titik perkotaan Kabupaten Karangasem, Bali, pada hari Minggu (2/8/2026). Mereka menawarkan berbagai atribut kemerdekaan merah putih dengan variasi ukuran di pinggir-pinggir jalan utama.
Amas Alek, seorang perantau asal Bandung, menjadi salah satu pedagang yang menggelar lapak dagangannya di Jalan Diponegoro, Karangasem. Ia bersama enam rekannya didatangkan oleh penyedia kain untuk mengais rezeki musiman menjelang bulan Agustus.
"Saya jualan sejak tiga hari yang lalu, paling banyak dapat Rp 200 ribu sehari," keluh Alek saat ditemui di lokasi dagangannya.
Dalam kesehariannya di kampung halaman, Alek bekerja sebagai seorang penjahit profesional sebelum beralih profesi sementara sebagai pedagang atribut nasional. Ia menggelar lapak dagangannya mulai pukul 07.00 Wita hingga menjelang petang pukul 18.00 Wita setiap harinya.
Berdasarkan catatan waktu operasional di lapangan, para pedagang mematok harga atribut merah putih mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 300.000 per buah tergantung ukuran dan tingkat kerumitannya.
Artikel Lainnya
Gerakan protes global bernama Tesla Takedown muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap CEO Tesla, Elon Musk, menyusul ke...
Saputo Dairy UK, yang sebelumnya dikenal sebagai Dairy Crest Limited, merupakan salah satu perusahaan produk susu terkem...
Fiat Chrysler Automobiles (FCA) adalah perusahaan multinasional otomotif yang terbentuk dari penggabungan Fiat Group dan...
United States Postal Service (USPS) menghadapi berbagai tantangan finansial dan struktural dalam mengelola layanan pos f...
Mata uang rupiah ditutup melemah signifikan pada perdagangan akhir pekan lalu setelah terpengaruh lonjakan data Producer...