Kamis, 23 Juli 2026

Efek Obat Diet Marak, Burger King Siapkan Menu Ukuran Mini dan Tinggi Protein

Maraknya penggunaan obat penurun berat badan GLP-1 mendorong Burger King untuk mengadaptasi strategi bisnisnya. Raksasa cepat saji ini mulai menguji coba menu dengan porsi lebih kecil seperti Whopper Bites guna mengantisipasi perubahan pola makan konsumen.

Tren penggunaan obat penurun berat badan golongan GLP-1 mulai merubah pola konsumsi masyarakat di Amerika Serikat secara signifikan. Menanggapi fenomena ini, Burger King mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan strategi menu baru guna menjaga relevansi bisnisnya di masa depan.

Presiden Burger King Amerika Serikat dan Kanada, Tom Curtis, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan uji coba menu seperti Whopper Bites dan pilihan mangkuk tinggi protein. Langkah ini diambil untuk mengakomodasi konsumen yang ingin mengonsumsi kalori lebih sedikit namun tetap menikmati makanan cepat saji.

"Impuls saya selalu mengatakan bahwa pergerakan GLP-1 ini akan memberikan dampak mendalam bagi industri. Yang penting bagi kami adalah memiliki semua variasi dan inovasi dalam kemasan yang lebih kecil," ujar Tom Curtis.

Survei Gallup pada Juli menunjukkan 11 persen orang dewasa AS menggunakan obat GLP-1, naik hampir empat kali lipat dibanding dua tahun lalu. Selain itu, riset William Blair mencatat 72 persen pengguna obat diet tersebut secara spesifik mengurangi konsumsi hamburger.

Analis JPMorgan memperkirakan lonjakan penggunaan GLP-1 dapat memangkas pendapatan industri makanan dan minuman hingga 30 miliar hingga 55 miliar dolar AS per tahun pada 2030. Meskipun demikian, Burger King tetap mencatatkan pertumbuhan penjualan toko yang sama sebesar 5,8 persen pada kuartal pertama tahun ini.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.