BPS Ungkap Indeks Literasi Keuangan 2026 Naik, Inklusi Tembus Angka Tinggi
Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi mengumumkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 di Jakarta pada Senin (10/8). Pengumuman ini memaparkan perkembangan signifikan terkait pemahaman serta pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan di tengah masyarakat.
Berdasarkan data resmi yang dirilis, indeks literasi keuangan nasional pada tahun ini berhasil menyentuh angka 69,57 persen. Di sisi lain, angka inklusi keuangan melonjak lebih tinggi lagi dengan persentase mencapai 93,61 persen.
"Peningkatan ini menunjukkan semakin baiknya pemahaman masyarakat sekaligus akses terhadap berbagai instrumen keuangan formal di tanah air," ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam pemaparannya.
Pencapaian tersebut tidak lepas dari koordinasi lintas sektoral yang melibatkan otoritas terkait. Acara konferensi pers ini turut dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta sejumlah pejabat tinggi lembaga keuangan lainnya.
Pelaksanaan SNLIK 2026 sendiri diselenggarakan di Jakarta dengan melibatkan pemangku kepentingan dari BPS, OJK, dan LPS guna mengukur tingkat penetrasi serta edukasi keuangan masyarakat secara komprehensif.
Artikel Lainnya
Gerakan protes global bernama Tesla Takedown muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap CEO Tesla, Elon Musk, menyusul ke...
Saputo Dairy UK, yang sebelumnya dikenal sebagai Dairy Crest Limited, merupakan salah satu perusahaan produk susu terkem...
Fiat Chrysler Automobiles (FCA) adalah perusahaan multinasional otomotif yang terbentuk dari penggabungan Fiat Group dan...
United States Postal Service (USPS) menghadapi berbagai tantangan finansial dan struktural dalam mengelola layanan pos f...
Mata uang rupiah ditutup melemah signifikan pada perdagangan akhir pekan lalu setelah terpengaruh lonjakan data Producer...